Cinta yang Selesai Tanpa Ada Permulaan

 


Mandakara - Ada kisah cinta yang tidak pernah dimulai, tapi rasanya kini telah usai. Rasanya tidak pernah ada kibaran bendera tentang status yang jelas, ucapan janji, bahkan keberanian untuk mengungkapkan. Tapi, saat semua kini terasa asing, cinta itu memilih untuk berakhir. Rasanya seperti buku yang belum sempat dibaca, namun sudah menggetarkan hati.

Cinta yang telah selesai tanpa permulaan adalah tentang cara untuk menumbuhkan perasaan secara diam-diam. Ia tumbuh subur dalam penjara hati yang paling dalam. Tak ada tindakan, tidak berani maju dan juga tidak bisa mundur. Seperti pepatah mengatakan “cinta bertepuk sebelah tangan tak akan berbunyi,” namun anehnya hatiku tetap bergema mendengar suara yang tidak pernah ada balasan.

Dalam kisah legendaris Arab, Qais Al-Mulawwah yang dikenal sebagai Majnun mencintai Layla dengan sepenuh jiwa. Ia pernah berkata:

Aku melewati dinding rumah Layla, dan aku mencium dinding itu dan dinding ini. Bukan cinta pada dinding yang memenuhi hatiku, tetapi cinta pada dia yang tinggal di baliknya.

Betapa dalam cinta yang tak bisa dimiliki. Namun tidak semua orang memiliki takdir untuk memperjuangkan cintanya seperti Qais. Sebagian dari kita hanya mampu menyimpannya sebagai rahasia, lalu merelakannya tanpa pernah mengakuinya. Pengakuan kadang malah menjadi awal dari bencana.

Tahan saja semuanya, belenggu cintamu sendiri, biarkan ia tumbuh dan berkembang. Kata Ali bin Abi Thalib: “Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu.” Jauh dia disana, jika memang takdir mu, maka Tuhan akan mempertemukan.

“Bayam di sawah, ikan di laut, bisa bertemu di pasar”. Yakinlah sejauh apapun kehidupan membawamu, cintamu pasti akan bertemu.

Cinta yang selesai tanpa permulaan bukan berarti gagal dan kalah, tapi ia adalah bab yang sempat terlintas di pikiran, tapi tak sempat kita tulis dalam kehidupan. Percaya bahwa jika memang milikmu, maka akan tetap menjadi milikmu. Karena cinta bukan hanya tentang memiliki atau dimiliki, tapi tentang keikhlasan dan ketabahan. Benar adanya “Tidak semua bisa menjadi cerita, terkadang juga menjadi pelajaran”.

Mencintai seseorang yang kini telah usai cintanya bisa membuat gila. Terlalu berharap pada manusia adalah seni paling indah untuk kecewa. Jaga kawarasanmu dengan tidak bermain cinta. Kamu kasihan, seperti orang terbunuh tapi tidak mati. Yang terbunuh dan mati itu ekspektasimu yang berlebihan. Ia meluangkan waktu untuk membalas pesanmu, dan ia membalas pesanmu karna waktu luang, adalah dua kalimat yang berbeda.

Oleh: Asmara Bahtera
Lebih baru Lebih lama