Mandakara - Langkahmu hari ini adalah penentu kamu di kehidupan mendatang. Lantas mengapa kakimu masih ragu untuk melangkah, wahai kaum yang sering dinomor duakan? Apakah perspektif-perspektif miris tentangmu melemahkan kakimu untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi? Sia-sia, katanya, bermimpi setinggi bintang karena akhirnya bertemu berambang dan menimang buah hati kesayangan.
Sekarang adalah masanya para wanita mengangkat pandang tanpa menjatuhkan
yang telah terpandang. Maksudnya, sekarang ialah masa untuk kamu wanita menunjukkan
bahwa wanita bukan kaum lemah yang bebas
ditindas dan diperlakukan tidak pantas. Tapi, bukan berarti kamu menjatuhkan
laki-laki, sebab semua sudah dengan batas mampunya.
Jangan sia-siakan para feminis yang telah membuat gagasan feminisme untuk
memperjuangkan hak wanita pada masanya. Sehingga, wanita sekarang telah diberi
hak yang sama dengan laki-laki, walaupun terkadang masih ada ketidakadilan
dengan beberapa alasan.
Gunakan hak itu untuk meningkatkan value dirimu. Perjuangkan hakmu
yang belum diadili oleh norma tempat tinggalmu. Jangan jadi kucing betina yang
hanya diam di kandang dan menunggu kucing jantan datang. Melainkan jadilah
burung cendrawasih yang terbang bebas dengan pesona kecantikan.
Kesampingkan argumen miris tentang kaum wanita, karena seorang tokoh
feminis Islam, yaitu Fatimah Mernissi, pernah mengatakan, "Jika
hak-hak perempuan merupakan masalah bagi sebagian kaum laki-laki modern. Hal
itu bukan karena Al-Qur’an ataupun Nabi, bukan pula karena tradisi Islam, melainkan
karena hak-hak tersebut bertentangan dengan kepentingan kaum elite laki-laki” (Subhan, 1999). Oleh karena itu
selama mimpimu tidak menyalahi aturan yang dibuat Allah Yang Maha Esa, maka jangan
pernah berhenti memperjuangkan mimpi itu. Sekalipun kamu gagal, setidaknya kamu
termasuk golongan orang yang gagal setelah berjuang. Dan itu lebih mulia daripada
kamu hanya diam dan gagal tanpa ikhtiar. Jangan menyesali gagalnya, tapi cari
solusi untuk mengganti kegagalan itu dengan kemenangan.
Kejar apa yang
selama ini menjadi angan dan buang jauh semua keraguan. Jangan biarkan dirimu
tenggelam dalam kegagalan dan biar yang gagal berlarut jadi pembelajaran. Lihatlah
kisah ibu kita Kartini yang kisahnya bukan lagi misteri. Bagaimana beliau
berjuang hingga melejitkan buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Lihat
juga ibu Megawati Soekarno Putri, satu-satunya wanita yang pernah menjabat jadi
presiden bumi pertiwi. Apakah kalian tidak ingin menjadi Kartini ataupun Megawati
masa kini?
Bergender
wanita bukan berari kamu lemah, justru kamu itu sangat istimewa. Jangan takut
untuk memulai langkah baru di tengah perspektif miris tentang kamu. Seharusnya
sekarang kamu beranjak memperjuangkan yang menjadi hak. Buktikan pada mata-mata
yang menjadikan wanita sebagai nomor dua, bahwa menjadi yang paling pertama dan
utama, wanita juga bisa. Bungkam mulut-mulut skeptis itu dengan bukti nyata
kehebatan para wanita.
Bukan bermaksud
mengungguli, tetapi hanya berusaha menyetarakan seperti konsep gender
equality. Di mana perempuan dan laki-laki memiliki hak, peluang, tanggung
jawab dan status yang sama dari segala aspek kehidupan. Yang berarti perempuan
dan laki-laki diperbolehkan menyandang pendidikan, penghargaan, pekerjaan,
pangkat dan keterlibatan yang sama dalam kehidupan. Tapi, bukan berarti
perempuan harus menjadi laki-laki ataupun laki-laki harus menjadi perempuan,
apalagi sampai menyamakan keduanya. Melainkan, yang dimaksud disini ialah hak,
peluang, tanggung jawab dan statusnya harus disetarakan antara yang laki-laki
dan perempuan yang tentunya juga dengan memperhatikan kapasitas mampunya. Maka,
yang dimaksud menyetarakan di sini ialah menyetarakan yang sesuai dengan
takarannya.
Jangan sampai
salah penalaran, lalu menjadikan konsep gender equality ini sebagai alasan
untuk menghalalkan pendiskriminasian terhadap gender tertentu. Ingatlah bahwa konsep
ini dilahirkan untuk menyetarakan, bukan menyamakan, dengan tujuan mulianya
yaitu kemaslahatan kehidupan.
Jadi, jangan
takut lagi bermimpi, tapi takutlah jika mimpi-mimpi itu hanya menjadi tumpukan
koran usang yang akhirnya lapuk oleh waktu dan dihapus perlahan oleh ingatan. Perjuangkan
mimpimu, cita-citamu dan harapanmu. Lawan semua ketidakmungkinan hingga kamu
berhasil berdiri tegap dengan kedua kakimu sendiri lalu berkata: “oh,
ternyata seperti ini rasanya menang.”
Sebagai seorang
wanita, aku hanya ingin menyampaikan pada kalian yang juga wanita, tunjukkan
bahwa wanita pun bisa punya pendidikan tinggi dan pangkat tinggi. Jangan takut
melangkah jika tidak ingin dipandang rendah. Kamu hari ini adalah untuk
kemaslahatan kehidupan wanita-wanita selanjutnya, setelahmu. Mulailah hari ini
dengan satu buku, satu keterampilan, atau satu keberanian untuk berkata “AKU
BISA!”
Oleh: Little
Princess
Rujukan
