BERDAYAKAN ELEMEN PEMUDA, GP ANSOR GENTENG GELAR PKD

BANYUWANGI – Kaderisasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama menjadi suatu adat dalam menempa kader-kadernya. Salah satu Badan Otonom (Banom) NU, yakni PAC GP Ansor Kecamatan Genteng, pada Sabtu siang (20/12/25) melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Jilid I di Aula Kantor MWC NU Kecamatan Genteng, dan akan berakhir pada Ahad malam (21/12/25).

Sebagai organisasi pengkaderan, GP Ansor Genteng melakukan pemberdayaan kepada pemuda-pemuda NU melalui kaderisasi yang menjadi gerbang awal untuk berkhidmat di NU. PKD yang telah lama tidak diselenggarakan di Genteng ini membawa angin segar bagi organisasi untuk senantiasa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ketua PAC GP Ansor Genteng, Ayus Mubarok, S.Pd.I dalam sambutannya menyatakan bahwa mengikuti PKD harus diniati untuk berkhidmat di NU, bukan dalam rangka mengantarkan pada suksesi kepentingan pribadi.

“Peserta yang mendaftar dalam PKD Genteng ini nyaris mencapai 50 dan dominannya dari Genteng. Dan dalam momentum ini, kita perlu menancapkan niat yang benar, yakni ikut PKD untuk berkhidmat di NU, bukan untuk kepentingan diri sendiri,” terang demisioner Ketua Pimpinan Ranting Ansor Desa Kaligondo, Genteng itu.

Ayus juga menegaskan bahwa dengan niat yang benar, maka tidak perlu resah akan menjadi apa di masa depan nanti. Serta menjadi peserta dalam PKD ini, berikut menjadi kader Ansor, akan memberikan ruang proses bagi mereka.

“Setelah lulus dari PKD ini, silahkan berproses dan mengembangkan diri. Ini merupakan ruang bagi panjenengan-panjenengan. Urusan akan menjadi apa besok, itu hal lain. Seiring berproses dan berkembang, lambat laun akan tertata dengan sendirinya,” tegasnya.

Dalam pembukaan ini juga dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Genteng, PC GP Ansor Banyuwangi, Camat Genteng, dan Kepala Desa wilayah Kecamatan Genteng, PAC Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU Genteng serta Pemuda Muhammadiyah Genteng.

Satriyo, S.Sos., M.Si, Camat Genteng menyatakan harapan agar kader-kader Ansor dapat bersinergi dengan birokrasi pemerintahan.

“Saya berharap kader-kader Ansor bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan birokrasi pemerintahan setempat,” pinta Satriyo.

Dalam sambutannya, Satriyo juga menambahkan candaan yang mengundang tawa audiens siang itu. Di antara beberapa kegiatan siang itu, ia memilih menghadiri pembukaan PKD Ansor.

“Saya ini, hari ini ada beberapa kegiatan di waktu yang sama. Ada undangan pernikahan, lalu seminar di Ibrahimy. Tapi, ya Ansor baen weh,” candanya, disusul gelak tawa hadirin.

Sebelum acara dibuka, sambutan terakhir disampaikan oleh perwakilan PC GP Ansor Banyuwangi, yakni Meviyanto. Mevi, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa PKD merupakan titik tolak regenerasi.

“PKD ini sebuah kewajiban. Sebab, titik tolak regenerasi adalah pelaksanaan kaderisasi. Sehingga, jika Ansor tidak melaksanakan PKD, maka rantai regenerasi akan terputus,” tegas Mevi.

Setelah sesi sambutan usai, panitia menyerahkan peserta kepada Kaderisasi PC Ansor Banyuwangi secara simbolis. Dan di akhir, seremonial ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu peserta, yakni Lukman Hadi Abdillah, dengan melafalkan doa Nabi Muhammad Saw. kepada sahabat-sahabat Ansor.

Oleh: Muhammad Sholeh Muria (Kader Ansor Genteng)

Lebih baru Lebih lama